#Level6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak, Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Tantangan 10 Hari

#Tantangan10Hari #Level6 #Day4 : Menemukan Kembaran Bunga

Tetiba Bunda dejavu saat mau menuliskan cerita hari ini 🙈 . *curcol dulu 

Back to topic. 

Jalan-jalan di alam terbuka merupakan aktivitas yang sangat disukai kaka. (Nampaknya cinta alam adalah fitrah setiap anak ya?!)

Kaka selalu excited ketika pintu rumah dibuka kemudian diajak main di sekitar rumah.. kebetulan rumah kami dikelilingi oleh kebun, depan dan belakang rumah.. kebun singkong, kanan rumah.. halaman tetangga, kiri rumah kebun juga.. banyak pepohonan yang ditanam.. ada cengkih, durian, pete, dll.

“Ka..jalan-jalan yuk? Kita petik bunga yuk?”

Matanya langsung berbinar begitu dapat ajakan ini. Adek masih bobo, jadi kami jalan-jalan berdua. 

“Uh!”, kata kaka. (sambil nunjuk bunga).

“Oh iya..yuk yuk kita petik bunganya”, seru Bunda.

Aktivitas hari ini disponsori oleh bunga-bunga di atas, ada 6 macam bunga. Masing-masing Bunda petik 2. Jadi ada 12 bunga.

Karena matematika tidak melulu tentang sebuah angka, maka kali ini kita belajar ‘persamaan’ ya ka. Judulnya “Temukan bunga yang jenisnya sama!”, cara mainnya.. Bunda bagi dua bunga-bunga yang udah dipetik tadi. Ada yang ditaroh di wadah dan ada yang ditaroh di lantai. Lalu Bunda ambil satu bunga dari wadah.

“Ka..sekarang kita belajar menemukan jenis bunga yang sama, coba kaka liat di antara bunga yang ada di bawah ini, bunga yang mana yang jenisnya sama?”

Kaka mulai belajar menyerap kata-kata Bunda.

“Yang mana ya.. Bunga yang warnanya kayak gini ka?” (Bunda sambil nunjukin bunga yang Bunda pegang)

Lalu Kaka mulai nyari di antara bunga-bunga tersebut.

Aha! Dia berhasil ngambil bunga yang sama kayak yang Bunda pegang. MasyaAllah.

Bunga yang udah bertemu saudara kembarnya kita pisahin. Lalu Bunda ambil bunga yang lain, kaka nyari bunga yang sama. Begitu seterusnya. Kaka berhasil menemukan tiga bunga kembar! Yeay! Alhamdulillah selamat kaka! Gimana nasib tiga bunga lainnya?Jawabannya adalah.. terabaikan, keburu ganti fokus ke aktivitas yang lain 😆😂😅 baiklah tidak apa-apa, kita coba lagi kapan-kapan ya ka (insyaAllah).

#Level6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak, Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Tantangan 10 Hari

#Tantangan10Hari #Level6 #Day3 : Emot Besar vs Emot Kecil!

Hari ini ada beberapa aktivitas bermain & belajar “Math Around Us” bersama Kaka & Adik, tapi yang Bunda dokumentasiin hanya aktivitas ini 😁

Setelah kemarin Kaka mengenal bentuk lingkaran yang digambar emoticon ‘senyum’ dan ‘sedih’ dengan dua warna yang berbeda. Hari ini Bunda nambahin dengan belajar konsep besar kecil. 

Diawali dengan menceritakan si emotnya, bentuknya, perbedaannya, dimasukkan ke dalam wadah. Kemudian diakhiri dengan pencarian harta karun #eh harta Fathan 😆 (read: emot yang Bunda bikin tadi), dicampur-campur lalu ceritanya dikubur di dalam terowongan.

Kaka paling seneng pas bagian cari-mencari ini. 

#Level6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak, Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Tantangan 10 Hari

#Tantangan10Hari #Level6 #Day2 : Memilah Emoticon

Hari ini Bunda, Kaka & Onty Indri anter adek Giza imunisasi ke Puskesmas, Bunda udah kepikiran mau mengenalkan konsep matematika hari ini dengan aktivitas di sana, tapi belum kebayang apa aktivitasnya 😂 

Saat Bunda dan adek Giza nunggu antrian tetiba kaka Fathan berjalan menuju sebuah kotak yang tertempel di tembok dekat tempat registrasi.

Aha! Kotak emoticon buat ngukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di sana. Ada dua emoticon dengan dua warna berbeda.

Emoticon senyum berwarna kuning menunjukkan Puas.

Emoticon sedih berwarna merah muda menunjukkan Tidak Puas.

Kaka Fathan tertarik ngambil emoticon-emoticon tersebut lalu dimasukkan ke dalam kotaknya.

Bunda jadi terinspirasi bikin emoticon juga buat Kaka&Adik di rumah. Sambil mengenalkan tentang bentuk emoticonnya, sambil mengenalkan warna, sambil belajar memilah.

*Foto menyusul

Kelas Bunda Sayang, Level 6, Tantangan 10 Hari

#Tantangan10Hari #Level6 #Day1 : Ini Koin-ku!

Math Around Us!

Anak bujang Bunda lagi hobi bongkar dompet, nyari uang receh #ups uang koin. Biasanya Bunda cuma liatin aja kaka ngemainin si koin-koinnya. Namun pagi sambil ngenalin matematika.

“Kaka..kita hitung sama-sama yuk koinnya ada berapa ya?” 

“Satu..Dua..Tiga..Empat..Lima..Enam..Tujuh..Delapan..Sembilan..Sepuluh..Sebelas..Dua Belas..Tiga belas.”

“Waaah banyak juga ya”.

Eng..Ing..Eng.. Bunda tetiba kepikiran celengan.

“Kaka..Bunda ambil dulu celengan ya..”

“Nah ini dia celengannya! Kita masukin koinnya ke sini yuk.”

Lalu kaka mulai kepo, ngeraba-raba celenganya. Mungkin doi lagi mikir gimana cara masukinnya kaliyak.

“Bunda contohin ya, cara masukin koinnya gini (sambil praktek), Kaka mau coba?”

Akhirnya doi coba masukin sambil Bunda bantu hitung. 

Setelah mulai bosan dengan aktivitas masuk-keluarin koin di celengan, Bunda tawarin kaka verbatim koin.

“Kaka, mau berbagi koin sama Bunda?” Doi ngasih koinnya 1.

“Yeay! Makasih kakaaa.”

“Kaka mau berbagi koin buat Adek Giza?” Awalnya doi bingung, mungkin dalam hatinya “Adek bayi bisa gitu ya?” Lalu Bunda contohin ngasih koin ke tangan Adek. Eh, ternyata kaka ketawa. Haha.

Bunda tawarin lagi “Kaka mau berbagi koin sama Adek?” Akhirnya doi coba ngasih koinnya, terus si Adek refleks berusaha ngegenggam koinnya.

Tiba-tiba kaka bilang “Yeey!” sambil kedua tangannya diangkat ke atas, semacam seneng kegirangan 😆

#Level6 : Menstimulus Matematika Logis Pada Anak, Camilan Rabu, Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang

Camilan Rabu : Manfaat Belajar Matematika Untuk Anak-anak dan Dewasa

Banyak orang tidak suka belajar matematika. Sulit, begitulah alasannya. Soal-soal di buku matematika tidak berhubungan dengan problem di kehidupan nyata. Begitu alasan lainnya.

Belajar matematika sebenarnya mendatangkan banyak manfaat dan keuntungan. Apa saja?
🌸Simak di bawah ini:

🔹Pola Pikir Yang Sistematis

Dengan mempelajari matematika, kita terbantu berpikir sistematis karena kita jadi terbiasa berhitung & menimbang. Secara tidak sadar kita telah melatih otak terbiasa berpikir secara runut sehingga mudah dalam mengorganisasi sesuatu.
🔹Logika berpikir Lebih Berkembang
Semua bahasan matematika yg kita pelajari mencakup atau mencerminkan kemampuan berpikir logis. Kita dilatih untuk tidak bersandar pada asumsi dan praduga. Semua kesimpulan harus kita hasilkan melalui penghitungan yang tepat & pembuktian yang logis.
🔹Terlatih Berhitung
Semua orang pasti membutuhkan kemampuan berhitung, bahkan dalam skala yang sederhana seperti menghitung uang jajan atau uang belanja :). Dengan terampil berhitung, maka kita akan terbiasa melakukannya dengan tepat dan cepat.
🔹Mampu Menarik Kesimpulan Secara Deduktif
Matematika sering disebut sebagai ilmu yang bersifat deduktif. Artinya, matematika membantu seseorang dalam menarik kesimpulan berdasarkan pola yang umum, sehingga membiasakan otak untuk berpikir secara obyektif dan rasional.

 

Kemampuan berpikir obyektif dan rasional ini adalah kemampuan soft skill yg berguna untuk memecahkan masalah dalam semua lini kehidupan.
🔹Menjadi Teliti, Cermat Dan Sabar
Pelajaran matematika melatih kita menjalani proses yang panjang dengan penuh kesabaran dan kecermatan. Kualitas ini sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah dalam semua bidang kehidupan.
Jadi, pelajaran matematika itu beririsan dengan berbagai bidang kehidupan. Mulailah mencintai matematika dan nikmatilah manfaatnya dalam kehidupan.

Sumber Bacaan:

– Rudi S. – 6 Agustus 2016

http://www.educenter.id/5-manfaat-pelajaran-matematika-untuk-masa-depan/
– Effective Teaching: Teori Dan Aplikasi, Daniel Muijs and David Reynolds, Pustaka Pelajar, 2008

Institut Ibu Profesional, Kelas Bunda Sayang, Level 6, Tantangan 10 Hari

Tantangan 10 Hari Kelas Bunda Sayang IIP Level 6

Matematika bukan hanya tentang angka dan hitungan namun juga ada hubungannya pada kelogisan berpikir dan pemecahan masalah.

Matematika tersebar di sekitar kita, seperti saat hebohnya bersama anak anak mencari segala sesuatu yang berbentuk bulat di dalam rumah, semua berlarian, melihat sekeliling dan berebutan menyebutkan benda yang ditemukannya.
Atau saat seru ngobrol dengan si kakak sambil menghitung jumlah rumah di 1 blok komplek sehingga menemukan jumlah rumah seluruh cluster yang terdiri dari 6 blok.
Atau saat indahnya si kecil memotong kue supaya cukup dibagi bersama kakak kakaknya.
Atau saat cerianya bersama anak anak menghitung jumlah langkah kaki ke masjid terdekat.

 

Saat saat menunggu kakak selesai mengerjakan desain interior kamarnya sendiri,

dan seterusnya …dan seterusnya.

🌸Tantangan 10 hari level 6🌸

 *Temukan Matematika di Sekitarmu*
 ❤ Bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, temukan matematika dalam aktivitas sehari-hari bersama ananda. Jadikan momen aha! Tuliskan keseruannya.
💛 Bagi yang belum mempunyai anak dan belum menikah, temukan  matematika dalam aktivitas keseharian mu, tuliskan kisah menariknya.

Bagi anda yang menggunakan blog, berikan label:

IIP

KuliahBunsay

ILoveMath

MathAroundUs
Kirimkan tugas tantangan ke link https://goo.gl/forms/VnvQqfopZBLWgEaz1
Gunakan hashtag:

#Tantangan10Hari

#Level6

#KuliahBunsayIIP

#ILoveMath

#MathAroundUs
🎬Periode tantangan🚘

Kamis, 20 Juli 2017 – Sabtu, 5 Agustus 2017