Pernikahan

Tolak Ukur Keberhasilan Rumah Tangga

Tulisan ini merupakan sebuah nasihat dari Ust. Syafiq Riza Basalamah mengenai tolak ukur keberhasilan sebuah rumah tangga.

Pada umumnya sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa suksesnya sebuah rumah tangga dapat dilihat dari DUA hal berikut ini:

1) Punya Anak,

2) Banyak Harta.
Namun ternyata, sesungguhnya kesuksesan rumah tangga itu bukan diukur berdasarkan kedua hal itu.

1. Rumah Tangga ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Istri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?

2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu ‘anha sangat minim harta. Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau. Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa rumah tangga mereka hancur berantakan di ujung tombak?

Ternyata TIDAK. 

Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah.

Masyaa Allah…
Maka, sebagai seorang Istri jangan ber-mudah mudahan untuk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab-sebab di atas.
SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dengan perkataan tercela.

Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah mudahan mengatakan “aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Istriku..”

Innalillaahi wa inna ilayhi rooji’un…

Tahukah para Suami, kalimat tersebut justru enggan didengar oleh Istri kalian.

Sebab para sahabat tidak tercermin dalam diri mereka sifat keputus-asaan. Ikhtiarlah! Berdoa! Tawakkal!

Jadi, apa saja TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim? Adalah KETIKA SETELAH MENIKAH:

  1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh سبحانه وتعالى .
  2. Bertambahlah AMALAN-AMALAN SUNNAH mereka.
  3. Bertambahlah KESABARAN mereka dalam setiap takdir Allah.
  4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis-majelis ‘Ilmu Allah.
  5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yang paling adil.
  6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kepada Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dalam Jannah Alloh سبحانه وتعالى tanpa hisab.

Masyaa Allaah, nasihat dari beliau ini bikin jleb. Bismillah. Hasbunallah wa ni’mal wakiil.

BaarakAllaahu fiikum.